hai hai .. aku posting tugas aku lagi nih, emang sih ke banyakan postinganku hasil dari tugas sekolahku. soalnya aku bingung mau posting apa, karna ini adalah blog baru aku dan aku baru belajar menulis, intinya aku masih pemula banget dalam ngeblog. makanya untuk awal - awal aku posting tugas - tugas ku dulu dari pada numpuk nggak ke buka di laptop.
oke.. bagi yang lagi ngerjain laporan praktikum tentang respirasi tumbuhan, mungkin tulisanku dibawah ini bisa menjadi contoh loh, tapi aku nggak bisa jamin kebenarannya, karna ini real dari hasil praktikum ku, terutama datanya. yang terpenting saat kita melakukan praktikum adalah jangan sampai memanipulasi data, misalnya kalau data data yang ngak sesuai dengan teori, tulis aja apa adanya, baru nanti di bagian pembahasannya di camtumin kemungkinan - kemungkinan kesalahan yang membuat hasil praktikum berbeda dengan teorinya. gitu aja ya...
berikut contoh laporan praktikum tengang
Laporan
Praktikum
“respirasi
tumbuhan”
oleh
:
1. Reni
Romadanti
2. Lutvia
I
3. Harun
AR
4. Fitriana
(XII
IPA 2)
SMA NEGERI 1GONDANG
THN.PELAJARAN
2015/2016
I.
JUDUL
Respirasi Aerob dan Respirasi
Anaerob
II.
TUJUAN
Mengetahuai respirasi
aerob dan respirasi anaerob
III.
DASAR
TEORI
Bernafas artinya melakukan pertukaran gas, yaitu mengambil oksigen (O2)
ke dalam paru-paru yang disebut proses inspirasi dan mengeluarkan
karbondioksida (CO2) serta uap air (H2O) yang disebut
proses ekspirasi. Sedangkan respirasi adalah seluruh proses sejak pengambilan O2
untuk memecah senyawa-senyawa organik menjadi CO2, H2O
dan energi. Pertukaran gas O2 dan gas CO2 berlangsung
melalui proses difusi. Alat-alat pernafasan dapat berupa paru-paru, insang,
trakea maupun bentuk lain yang dapat melangsungkan pertukaran gas O2
dan gas CO2.
Respirasi dapat berlangsung dengan 2 cara, yaitu :
1. Respirasi Aerob (Oksidasi)
Proses ini merupakan pemecahan molekul dengan menggunakan oksigen, reaksi
umumnya sebagai berikut:
C6H12O6 + 6O2 → 6CO2
+ 6H2O + 675 kalori
Pada umumnya dalam keadaan normal manusia menggunakan cara ini.
2. Respirasi Anaerob
Proses ini merupakan pemecahan molekul tidak menggunakan oksigen. Reaksi
umumnya sebagai berikut:
C6H12O6 → 2C2H5OH +
CO2 + 28 Kalori
Pada proses respirasi anaerob terjadi pemecahan molekul yang sempurna,
karena masih dihasilkan zat organik sehingga energinya belum terbebaskan semua.
Pada proses tersebut hanya terhenti sampai glikolisis dan terbentuk asam
laktat, sehingga energi yang dihasilkan sedikit dan dampaknya mengakibatkan
kelelahan pada tubuh. Proses ini umumnya terjadi pada organism tingkat rendah,
yaitu pada ragi dan bakteri. Pada organisme tingkat tinggi proses ini hanya
berlangsung dalam keadaan darurat, yaitu apabila persediaan oksigen kurang
mencukupi. Ini terjadi ketika otot bekerja terlalu keras dan berlebih.
IV.
ALAT
DAN BAHAN
1. Fermipan
2. Kecambah
3. Plastisin
4. Selang
dan karet penutup
5. Tabung
reaksi
6. Penimpang
7. Respirometer
8. Pipet
9. Larutan
eosin
10. Kapas
11. Larutan
Ca(OH)2
12. Penoftalin
13. Kristal
Sodium Hidroksida
V.
CARA
KERJA
( Kegiatan 1 )
1.
Menyiapkan alat dan bahan
2.
Membungkus Kristal KOH/NaOH dengan kapas, kemudian masukkan
ke dalam tabung respirometer
3.
Kemudian
memasukkan kecambah yang sudah ditimbang seberat 5 gram ke dalam tabung respirometer
4.
Menutup tabung respirometer kemudian sambungan penutupnya
diberi plastisin agar tidak ada udara yang masuk dan keluar
5.
Menetesi eosin pada ujung pipa respirometer dengan
menggunakan pipet tetes secukupnya
6.
Mengukur pergerakan eosin dengan menggunakan stopwatch secara
berkala (2 menit, 3 menit, 4
menit, 5 menit)
7.
Mengulangi langkah 1- 6 dengan
menggunakan kecambah seberat 10 gram
(
Kegiatan 2 )
1.
Mengisi
tabung A dengan larutan gula jawa 50 ml
2.
Mengamati
warna larutan gula jawa, mencium baunya dan mengukur suhunya.
3.
Mengisi
tabung B dengan air kapur (Ca(OH)2) yang diberi PP (penoftalin)
sehingga warnanya berubah jadi pink
4.
Mengamati
warna air kapur yang sudah diberi PP
5.
Mereaksikan
tabung A dan tabung B dengan menggunakan pipa plastik, pada tabung A
selang tidak sampai ke dalam larutan (hanya diatas ), kemudian ditutup dengan
plastisin . sedangkan, pada tabung B, selangnya dimasukkan sampai ke bawah
(menyentuh air kapur yang diberi PP).
6.
Setelah
tabung A dan tabung B bereaksi, kemudian mengamati warnanya, mengukur suhu dan mencium
bau pada tabung A, serta mengamati warna pada tabung B
7.
Mengulangi
langkah yang sama dengan menggunakan larutan gula jawa yang telah diberi
fermipan secukupnya
VI.
DAT
PENGAMATAN
Table 1 ( Respirasi Aerob )
No
|
Berat
|
waktu
|
Rata-rata
|
|||
2
|
3
|
4
|
5
|
|||
1.
|
5
gram
|
2,5
|
5,5
|
9
|
11
|
7
|
2.
|
10 gram
|
7,5
|
11
|
14
|
16
|
12,125
|
Table 2 ( Respirasi Anaerob )
No
|
Perangkat
Percobaan
|
Sebelum
percobaan
|
Sesudah
percobaan
|
1.
|
Warna tabung A
|
Cokelat
|
Cokelat
|
Warna
tabung B
|
Pink
|
Pink
bening
|
|
Suhu tabung A
|
25ᴼ
|
27ᴼ
|
|
Bau
tabung A
|
Manis
gula jawa
|
Manis
gula jawa
|
|
2.
|
Warna tabung A
|
Cokelat
|
Cokelat
|
Warna
tabung B
|
Pink
|
Cokelat
|
|
Suhu tabung A
|
22ᴼ
|
28ᴼ
|
|
Bau
tabung A
|
Menyengat
|
Menyengat
|
VII.
PENBAHASAN
( percobaan 1 )
Dari data pengamatan dapat dijelaskan bahwa, pada
percobaan respirasi aerob dimana pada percobaan pertama kami memasukkan 5 gram
kecambah ke dalam tabung respirometer. kami memperoleh hasil sebagai berikut :
1. Pada menit kedua panjangnya 2,5
cm
2. Pada menit ketiga panjangnya 5,5
cm
3. Pada menit keempat panjangnya 9 cm
4. Pada menit kelima panjangnya 11cm
Sedangkan, pada percobaan kedua dengan cara
yang sama, tetapi jumlah kecambahnya 10 gram, perjalanan tiap menitnya
diperoleh hasil yaitu :
1. Pada menit kedua panjangnya 7,5 cm
2. Pada menit ketiga panjangnya 11 cm
3. Pada menit keempat panjngnya 14 cm
4. Pada menit keempat panjangnya 16 cm
Pada percobaan kami, perjalanan selama 4 menit diperoleh hasil bahwa, pada percobaan pertama yang
menggunakan 5 gram kecambah , larutan eosin bergerak sangat lambat. laju
respirasinya 7 cm per menit. sedang pada percobaan kedua yang mengunaka 10 gram kecambah,
larutan eosin bergerak lebih cepat daripada percobaan pertama. laju
respirasinya 12,125 cm per menit
(
percobaan 2 )
Pada percobaan respirasi anaerob terdapat dua percobaan. Pada percobaan
pertama diperoleh hasil, bahwa tabung A yang berisi 50 ml larutan gula jawa
pada awalnya berwarna cokelat, suhunya diukur mencapai 25⁰C, dan
dicium baunya khas bau gula jawa, sedangkan
pada tabung B yang berisi air kapur (Ca(OH)2) dicampur dengan PP
(penoftalin) warnanya pink, tetapi setelah tabung A dan Tabung B direaksikan dengan
menggunakan pipa plastik dimana pada selang tabung A tidak sampai
menyentuh larutan / hanya diatas dan penutup tabung A diberi plastisin,
sedangkan selang tabung B sampai menyentuh larutan. Tabung
A yang semula berwarna cokelat, setelah reaksi tetap berwarna cokelat. Tabung B
yang semula berwarna pink, setelah reaksi berwarna pink bening. Suhu tabung A
menjadi 27ᴼ dan baunya tetap seperti semula.
Pada percobaan kedua dengan cara yang sama, tetapi sebelumnya larutan gula
jawa dicampur dengan fermipan, warnanya menjadi cokelat, suhunya 22⁰C,
dan baunya menyengat.
Setelah itu ditutup dan dikocok, baru diberi plastisin.
Sedangkan pada tabung B warnanya pink. Setelah tabung A
ditutup dengan plastisin, tabung A dan tabung B direaksikan dengan mengunakan
pipa plastik. Ternyata
dalam pipa plastik terjadi fermentasi, menghasilkan C5H2
+ CO2 Energi. Hal itu di buktikan dengan adanya busa putih pada
larutan gula jawa yang sudah tercampur fermipan.dan muncul gelembung yang
bergerak naik dari larutan gula menuju ke air kapur. Semakin lama, gelembungnya
semakin cepat dan gelembungnya semakin banyak. Pada air kapur ada sedikit
gelembung dan ada sedikit endapan dibawah.
Setelah reaksi fermentasi diperoleh data bahwa, tabung A warnanya tetap cokElat, setelah diukur suhunya menjadi 28⁰C, baunya
masih menyengat, dan warna larutan
kapur berubah menjadi cokelat.
VIII.
KESIMPULAN
1.
Respirasi
aerob adalah reaksi katabolisme yang membutuhkan suasana aerobic sehingga
dibutuhkan oksigen, dan reaksi ini menghasilkan energi dalam jumlah besar.
2.
Respirasi
anaerob merupakan salah satu proses katabolisme yang tidak menggunakan oksigen
bebas sebagai penerima atom hidrogen ( H ) terakhir, tetapi menggunakan senyawa tertentu.
3.
Semakin
banyak kecambah yang digunakan maka semakin besar pula kecepatan respirasi
aerobnya.
4.
Pada percobaan respirasi anaerob menghasilkan
alkhohol karena baunya berubah menjadi bau tape yang sangat menyengat.
IX.
JAWABAN
PERTANYAAN
( A )
1. Jelaskan
funsi KOH/NaOH ?
fungsi KOH adalah menyerap H2O dan CO2
hasil respirasi, karena KOH bersifat hidrofil.
reaksinya adalah :
2. Apa
tujuan ditutup sebelum diberi larutan eosin ?
agar gas CO2 hasil respirasi tidak keluar dari tabung sehingga
dapat diserap oleh KOH
3. Mengapa
eosin bisa masuk kearah kecambah ?
karena di dalam tabung
respirometer terus diserap oleh organisme sehingga menghasilkan tekanan yang
berbeda antara udara yang ada di dalam dan di luar respirometer sehingga
menyebabkan eosin bergeser ke arah dalam
4. Apa
hubungan berat kecambah dengan kecepatan masuknya eosin ?
Semakin banyak jumlah kecambah semakin cepat laju pergerakan eosinnya, dan
semakin sedikit jumlah kecambah semakin lambat laju pergerakan eosinnya .
5. Tentukan
variable bebas, control, dan terikat !
a. Variabel bebas : berat kecambah
b. Variabel kontro :
eosin
dan KOH
c. Variabel terikat : kecepatan
laju eosin
(
B )
1. Mengapa
air kapur + Penoftalin
berwarna pink ?
karena air kapur bersifat basa
2. Apakah
fungsi air kapur pada tabung B ?
sebagai indikator respirasi , karena sifat air kapur yang sensitif terhadap gas karbondioksida (CO2)
3. Tabung
A (gula+ragi) pada percobaan 2 :
-
Terjadi proses apa ?
-
Bagaimana reaksinya ?
-
Gas apa yang keluar ?
a.
Respirasi
anaerob (fermentasi)
b.
Reaksinya
: C6H12O6 → 2C2H5OH
+ CO2 +
2 ATP
c.
CO2
. cara mengujinya adalah dengan meletakkan larutan kapur pada pipa kedua,
gas CO2
yang terbentuk saat respirasi, akan mengalir dari tabung A ke tabung B dan
mengeruhkan air kapur.
4.
Bagaimana keadaan tabung B percobaan 2
pada akhir percobaan ?
-
Warna ?
-
Reaksi ?
Warna : cokelat
Reaksi : C6H12O6 → 2C2H5OH
+ CO2 +
2 ATP
5. Bandingkan
percobaan 1 dan 2! Sebutkan perbedaannya!
Sebelum reaksi Setelah reaksi
·
Warna tabung A cokelat Warna tabung A
cokelat
Warna tabung B pink Warna
tabung B pink bening
Suhu tabung A 25o Suhu
tabung A27o
Bau tabung B manis gula
jawa Bau tabung A manis
gula jawa
·
Warna tabung A cokelat Warna tabung A
cokelat
Warna tabung B pink Warna
tabung B cokelat
Suhu tabung A 22o Suhu
tabung A 28o
Bau tabung B menyengat Bau tabung A
menyengat
6. Apakah
dikeluarkan energi ? Apa buktinya ?
Iya . suhu larutan naik setelah proses berlangsung .
7. Tentukan
variable bebas, control, dan terikat !
a. Variabel bebas : pemberian fermipan
b. Variabel kontrol : larutan gula, air kapur, fenoptalin.
c. Variabel terikat :
warna, suhu, dan bau
Tidak ada komentar:
Posting Komentar