Senin, 05 Juni 2017

LIHGT (cerpen fantasy)


Namaku Briana Laurent,  usiaku 17 tahun menuju 18 tahun. Wajahku terbilang tidak jelek  kulitku putih, mataku sebiru laut, dan rambut pirangku yang sedikit bergelombang selalu ku kuncir apabila ke sekolah selalu menjadi gayaku. Aku tinggal bersama ibuku Margaret di sebuah kota bernama Neville di distrik 13. Ini adalah tahun terakhirku di Holland's School, sekolah untuk mengasah bakat satu satunya di kota ini. Omong kosong. Aku bahkan tidak tahu apa bakatku sendiri. Tidak ada pelajaran yang bisa Aku ikuti dengan baik, bisa dibilang Aku ini buruk dalam segala hal. sebenarnaya hampir setengah dari murid di sini memliki masalah yang sama denganku. Belum memiliki bakat atau yang lebih buruknya tidak memiliki bakat. Aku sedikit lega, setidaknya Aku bukan satu satunya yang tidak berbakat. hal yang paling kusukai dari sekolah ini adalah duduk di kantin sekolah saat jam istirahat dan mengamati setiap aktifitas yang terjadi setiap harinya. Seperti sekarang ini.

Pandanganku tertuju pada taman yang terpampang dihadapanku. Mungkin tidak terlalu luas namun penataannya yang indah yang menarik perhatianku. Taman itu terlihat sangat alami dengan didominasi warna hijau dari tanaman yang tumbuh disekitarnya. Ada setidaknya 3 pohon besar yang rindang disisi -  sisi taman yang dibawah nya di pasang kursi tanam yang di cat senada. Ditengah taman terdapat kolam air mancur yang indah.disekeliling kolam ditumbuhi tanaman bunga yang beraneka ragam yang menambah keindahan kolam.
"Bri?" alexi nempuk pundaku tiba-tiba, sontak membuyarkan seluruh lamunanku.

Alexi adalah teman terdekatku. meski kami tidak terbilang akrab tapi kenyataannya dia lah orang yang paling sering bersamaku di sekolah ini. Alexi adalah gadis yang cantik, kulitnya putih, rambutnya berwarna pirang yang selalu ia gerai saat ke sekolah. Dia berasal dari keluarga yang cukup berada. Keluarganya juga cukup terkenal di masyarakat. Ayahnya bekerja sebagai natther, semacaman petugas penegak keadilan di kota ini.

"Alexi?" Tatapanku  tertuju pada alexi yang sekarang duduk di kursi di depanku. Kemudian ku alihkan pandanganku ke makan siangku Yang belum sempat kusantap.

"Bagaimana pelajaranmu hari ini?" Tanyanya yang mulai menyantap makan siangnya. Alexi adalah satu satunya orang Yang mengerti masalah bakatku.

"Seperti biasa" jawabku sekenanya. Tanpa mengalihkan pandanganku pada Alexi.

"Kau harus rajin berlatih" ungkapnya. Alexia paham betul apa yang menjadi masalah ku di sekolah ini.

"Kurasa tidak akan ada perubahan" sergahku, sambil terus menyendokkan makanan ke mulutku.

Kringg...Kringg...
Kringg...Kringg...

Bel tanda istirahat berakhir terdengar, aku mulai beranjak dari tempat dudukku.

"Aku harus segera masuk ke kelas" ucapku kepada alexi.

"Mr.Hugh?" Tanyanya, dia paling mengerti jika aku buru - buru begini pasti kelasku selanjutnya pelajaran sihir. Mr.Hugh adalah guru sihir yang paling di siplin. Aku ingat dulu pernah di skor olehnya karna bolos di pelajarannya, itu sekitar 1 tahun yang lalu, dan itu membuatku di ceramahi orang tuaku tanpa henti.
Aku menjawab dengan senyuman masam.
 Baiklah, Mari kita akhiri pelajaran hari ini, aku lelah sekali, rasanya aku ingin segera pulang dan menjadi putri tidur. Aku berjalan melewati koridor di samping kanan kantin menuju kelas sihir sebelum Mr.Hugh datang agar ia tak menghukumku lagi.
Dan ku harap pelajaran ini cepat berakhir.

-------------------------------------
Hey..Hey...itu chapter 1 yak.
Gimana chapter 1 nya??? Maaf aja kalau gaje, soalnya itu cerita pertamaku.
Ditunggu vote & komen-nya yak 😁.