Sabtu, 11 Maret 2017

artikel

aku mau ngepost artikel yang murni buatanku sendiri, btw, ini artikel juga bekas tugas sekolah dulu koq, wkwk,,, so cekidot 

Say No To Drug

“ Masa remaja adalah masa yang paling indah” demikian kata – kata yang sering kita dengar tentang masa remaja. Namun, tahukah kalian apa itu remaja? Remaja adalah masa transisi dari anak – anak menuju dewasa. Pada masa ini, remaja cenderung mempunya rasa ingin tahu yang besar dan rasa ingin mencoba. Apabila hal tersebut masih dalam batas yang wajar, tentu tidak akan jadi masalah. Namun, apabila sudah kelewat batas, remaja dapat terjerumus dalam pergaulan bebas.
Dizaman yang semakin modern, kita semakin dimudahkan mengakses informasi baik yang positif maupun negatif mulai dari budaya, gaya hidup, bahkan pergaulan. Salah satu pengaruh budaya yang sedang merambah ke Indonesia adalah narkoba. Narkoba adalah obat – obatan yang berbahaya yang awalnya digunakan untuk kebutuhan medis, namun lama – kelamaan narkoba disalah gunakan untuk kebutuhan hidup bagi orang – orang tertentu.
Korban dari narkoba cukup besar dikalangan remaja terutama pelajar dan mahasiswa. Awalnya mereka hanya mencoba, namun lama – kelamaan mereka kecanduan. Apabila pelaku telah kecanduan narkoba, apapun akan mereka lakukan untuk mendapatkan barang tersebut. Mulai dari menjual barang – barang yang berharga hingga mencuri bahkan merampok.
Dampak dari pemakaian narkoba ialah tentunya kerusakan baik dari segi psikis dan juga kerusakan pada fungsi organ tubuh itu sendiri. Selain bagi diri sendiri , narkoba dapat berdampak bagi kelurga dan sekolah. bagi keluarga, dapat memicu ketidak harmonisan dalam keluarga. Dan bagi sekolah, pemakai akan kehilangan prestasi karena menurunnya daya konsentrasi dan kreatifitas.

Oleh sebab itu, sebagai remaja dan generasi penerus bangsa jangan sekali – kali kita mencoba dan terjerumus menggunakan narkoba. Kita harus dapat menahan diri dari godaan – godaan penyebab kenakalan remaja. Kita harus menjadikan bangsa ini lebih besar dan lebih terhormat. Maka dari itu, marilah kita jauhi dan perangi narkoba demi keluarga, bangsa, dan negara.

RESENSI BUKU

kali ini ingin posting tugas resensiku dulu waktu kelas XII .. 



Resensi Buku

Judul resensi                : Budidaya Tomat Untung Berlipat
Judul buku                   : Untung Berlipat Budidaya Tomat Di Berbagai Media Tanam
Pengarang                   : Emi Fitriani,S.P
Penerbit                       : Pustaka Baru Press
Tahun terbit                 : 2012
Jumlah halaman          : 222 + viii
Harga                          : Rp 23.000,00

Tomat adalah buah yang sering dijumpai oleh setiap orang,  dari anak-anak, remaja, maupun orang            dewasa. Jika orang menyebut tomat, asumsinya adalah buah untuk sayuran. Padahal buah tomat dapat dimanfaatkan untuk diolah menjadi makanan yangbernilai jual tinggi yang tentunya sangat menguntungkan.     Selain memiliki yang manfaat yang beraneka ragam            diantaranya dapat melawan stroke, sakit jantung, sariawan, dan lain-lain. Buah tomat juga mudah untuk  dibudidayakan.
            Buku karya Emi Fitriani ,S.P ini didalamnya memaparkan teknik berbudidaya berbagai jenis tomat disertai analisis ekonomi dengan bahasa yang mudah dipahami. Namun gambar yang disajikan didalamnya hitam putih sehingga dapat mengurangi daya pemahaman pembaca. Terlepas dari kekurangan tersebut, buku ini sangat layak untuk dibaca terutama bagi pembaca yang sedang mencari referensi mengenai pembudidayaan tomat.

Jumat, 10 Maret 2017

LAPORAN PRAKTIKUM "RESPIRASI TUMBUHAN"

hai hai .. aku posting tugas aku lagi nih, emang sih ke banyakan postinganku hasil dari tugas sekolahku. soalnya aku bingung mau posting apa, karna ini adalah blog baru aku dan aku baru belajar menulis, intinya aku masih pemula banget dalam ngeblog. makanya untuk awal - awal aku posting tugas - tugas ku dulu dari pada numpuk nggak ke buka di laptop. 

oke.. bagi yang lagi ngerjain laporan praktikum tentang respirasi tumbuhan, mungkin tulisanku dibawah ini bisa menjadi contoh loh, tapi aku nggak bisa jamin kebenarannya, karna ini real dari hasil praktikum ku, terutama datanya. yang terpenting saat kita melakukan praktikum adalah jangan sampai memanipulasi data, misalnya kalau data data yang ngak sesuai dengan teori, tulis aja apa adanya, baru nanti di bagian pembahasannya di camtumin kemungkinan - kemungkinan kesalahan yang membuat hasil praktikum berbeda dengan teorinya. gitu aja ya... 

berikut contoh laporan praktikum tengang 


Laporan Praktikum
“respirasi tumbuhan”

oleh :
1.      Reni Romadanti
2.      Lutvia I
3.      Harun AR
4.      Fitriana


(XII IPA 2)
SMA NEGERI 1GONDANG
THN.PELAJARAN 2015/2016




       I.            JUDUL
Respirasi Aerob dan Respirasi Anaerob
    II.            TUJUAN
Mengetahuai respirasi aerob dan respirasi anaerob
 III.            DASAR TEORI
Bernafas artinya melakukan pertukaran gas, yaitu mengambil oksigen (O2) ke dalam paru-paru yang disebut proses inspirasi dan mengeluarkan karbondioksida (CO2) serta uap air (H2O) yang disebut proses ekspirasi. Sedangkan respirasi adalah seluruh proses sejak pengambilan O2 untuk memecah senyawa-senyawa organik menjadi CO2, H2O dan energi. Pertukaran gas O2 dan gas CO2 berlangsung melalui proses difusi. Alat-alat pernafasan dapat berupa paru-paru, insang, trakea maupun bentuk lain yang dapat melangsungkan pertukaran gas O2 dan gas CO2.
Respirasi dapat berlangsung dengan 2 cara, yaitu :
1.      Respirasi Aerob (Oksidasi)
Proses ini merupakan pemecahan molekul dengan menggunakan oksigen, reaksi umumnya sebagai berikut:
C6H12O6 + 6O2 → 6CO2 + 6H2O + 675 kalori
Pada umumnya dalam keadaan normal manusia menggunakan cara ini.
2.      Respirasi Anaerob
Proses ini merupakan pemecahan molekul tidak menggunakan oksigen. Reaksi umumnya sebagai berikut:
C6H12O6 → 2C2H5OH + CO2 + 28 Kalori
Pada proses respirasi anaerob terjadi pemecahan molekul yang sempurna, karena masih dihasilkan zat organik sehingga energinya belum terbebaskan semua. Pada proses tersebut hanya terhenti sampai glikolisis dan terbentuk asam laktat, sehingga energi yang dihasilkan sedikit dan dampaknya mengakibatkan kelelahan pada tubuh. Proses ini umumnya terjadi pada organism tingkat rendah, yaitu pada ragi dan bakteri. Pada organisme tingkat tinggi proses ini hanya berlangsung dalam keadaan darurat, yaitu apabila persediaan oksigen kurang mencukupi. Ini terjadi ketika otot bekerja terlalu keras dan berlebih.



 IV.            ALAT DAN BAHAN
1.      Fermipan
2.      Kecambah
3.      Plastisin
4.      Selang dan karet penutup
5.      Tabung reaksi
6.      Penimpang
7.      Respirometer
8.      Pipet
9.      Larutan eosin
10.  Kapas
11.  Larutan Ca(OH)2
12.  Penoftalin
13.  Kristal Sodium Hidroksida

    V.            CARA KERJA
( Kegiatan 1 )
1.      Menyiapkan alat dan bahan
2.      Membungkus Kristal KOH/NaOH dengan kapas, kemudian masukkan ke dalam tabung respirometer
3.      Kemudian memasukkan kecambah yang sudah ditimbang seberat 5 gram ke dalam tabung respirometer
4.      Menutup tabung respirometer kemudian sambungan penutupnya diberi plastisin agar tidak ada udara yang masuk dan keluar
5.      Menetesi eosin pada ujung pipa respirometer dengan menggunakan pipet tetes secukupnya
6.      Mengukur pergerakan eosin dengan menggunakan stopwatch secara berkala (2 menit, 3 menit, 4 menit, 5 menit)
7.      Mengulangi langkah 1- 6 dengan menggunakan kecambah seberat 10 gram
            ( Kegiatan 2 )
1.      Mengisi tabung A dengan larutan gula jawa 50 ml
2.      Mengamati warna larutan gula jawa, mencium baunya dan mengukur suhunya.
3.      Mengisi tabung B dengan air kapur (Ca(OH)2) yang diberi PP (penoftalin) sehingga warnanya berubah jadi pink
4.      Mengamati warna air kapur yang sudah diberi PP
5.      Mereaksikan tabung  A dan tabung B dengan menggunakan pipa plastik, pada tabung A selang tidak sampai ke dalam larutan (hanya diatas ), kemudian ditutup dengan plastisin . sedangkan, pada tabung B, selangnya dimasukkan sampai ke bawah (menyentuh air kapur yang diberi PP).
6.      Setelah tabung A dan tabung B bereaksi, kemudian mengamati warnanya, mengukur suhu dan mencium bau pada tabung A, serta mengamati warna pada tabung B
7.      Mengulangi langkah yang sama dengan menggunakan larutan gula jawa yang telah diberi fermipan secukupnya

 VI.            DAT PENGAMATAN
Table 1 ( Respirasi Aerob )
No
Berat
waktu
Rata-rata


2
3
4
5

1.
5 gram
2,5
5,5
9
11
7
2.
10 gram
7,5
11
14
16
12,125

Table 2 ( Respirasi Anaerob )
No
Perangkat Percobaan
Sebelum percobaan
Sesudah percobaan
1.
Warna tabung A
Cokelat
Cokelat
Warna tabung B
Pink
Pink bening
Suhu tabung A
25ᴼ
27ᴼ
Bau tabung A
Manis gula jawa
Manis gula jawa
2.
Warna tabung A
Cokelat
Cokelat
Warna tabung B
Pink
Cokelat
Suhu tabung A
22ᴼ
28ᴼ
Bau tabung A
Menyengat
Menyengat



VII.            PENBAHASAN
( percobaan 1 )
Dari data pengamatan dapat dijelaskan bahwa,  pada percobaan respirasi aerob dimana pada percobaan pertama kami memasukkan 5 gram kecambah ke dalam tabung respirometer. kami memperoleh hasil sebagai berikut :
1.    Pada menit kedua panjangnya  2,5 cm
2.    Pada menit ketiga panjangnya  5,5 cm
3.    Pada menit keempat panjangnya  9 cm
4.    Pada menit kelima panjangnya 11cm
Sedangkan,  pada percobaan kedua dengan cara yang sama, tetapi jumlah kecambahnya 10 gram, perjalanan tiap menitnya diperoleh hasil yaitu :
1.    Pada menit kedua panjangnya 7,5 cm
2.    Pada menit ketiga panjangnya 11 cm
3.    Pada menit keempat panjngnya 14 cm
4.    Pada menit keempat panjangnya 16 cm
Pada percobaan kami, perjalanan selama 4 menit diperoleh hasil bahwa, pada percobaan pertama yang menggunakan 5 gram kecambah , larutan eosin bergerak sangat lambat. laju respirasinya  7 cm per menit. sedang pada percobaan kedua yang mengunaka 10 gram kecambah, larutan eosin bergerak lebih cepat daripada percobaan pertama. laju respirasinya 12,125 cm per menit
( percobaan 2 )
Pada percobaan respirasi anaerob terdapat dua percobaan. Pada percobaan pertama diperoleh hasil, bahwa tabung A yang berisi 50 ml larutan gula jawa pada awalnya berwarna cokelat, suhunya diukur mencapai 25C,  dan dicium baunya khas bau gula jawa,  sedangkan pada tabung B yang berisi air kapur (Ca(OH)2) dicampur dengan PP (penoftalin) warnanya pink,  tetapi setelah tabung A dan Tabung B direaksikan dengan menggunakan pipa plastik  dimana pada selang tabung A tidak sampai menyentuh larutan / hanya diatas dan penutup tabung A diberi plastisin, sedangkan selang tabung B sampai menyentuh larutan. Tabung A yang semula berwarna cokelat, setelah reaksi tetap berwarna cokelat. Tabung B yang semula berwarna pink, setelah reaksi berwarna pink bening. Suhu tabung A menjadi 27ᴼ dan baunya tetap seperti semula.
Pada percobaan kedua dengan cara yang sama, tetapi sebelumnya larutan gula jawa dicampur dengan fermipan, warnanya menjadi cokelat, suhunya 22C,  dan baunya menyengat. Setelah itu ditutup dan dikocok, baru diberi plastisin. Sedangkan pada tabung B warnanya pink. Setelah tabung A ditutup dengan plastisin, tabung A dan tabung B direaksikan dengan mengunakan pipa plastik. Ternyata dalam pipa plastik terjadi fermentasi, menghasilkan C5H2 + CO2 Energi. Hal itu di buktikan dengan adanya busa putih pada larutan gula jawa yang sudah tercampur fermipan.dan muncul gelembung yang bergerak naik dari larutan gula menuju ke air kapur. Semakin lama, gelembungnya semakin cepat dan gelembungnya semakin banyak. Pada air kapur ada sedikit gelembung dan ada sedikit endapan dibawah.
Setelah reaksi fermentasi diperoleh data bahwa, tabung A warnanya tetap cokElat, setelah diukur suhunya menjadi 28C, baunya masih menyengat, dan warna larutan kapur berubah menjadi cokelat.
VIII.            KESIMPULAN
1.      Respirasi aerob adalah reaksi katabolisme yang membutuhkan suasana aerobic sehingga dibutuhkan oksigen, dan reaksi ini menghasilkan energi dalam jumlah besar.
2.      Respirasi anaerob merupakan salah satu proses katabolisme yang tidak menggunakan oksigen bebas sebagai penerima atom hidrogen ( H ) terakhir, tetapi menggunakan senyawa tertentu.
3.      Semakin banyak kecambah yang digunakan maka semakin besar pula kecepatan   respirasi aerobnya.
4.       Pada percobaan respirasi anaerob menghasilkan alkhohol karena baunya berubah menjadi bau tape yang sangat menyengat.

 IX.            JAWABAN PERTANYAAN
( A )
1.      Jelaskan funsi KOH/NaOH ?

fungsi  KOH adalah menyerap H2O dan CO2 hasil respirasi,  karena KOH bersifat hidrofil. reaksinya adalah :
2KOH + CO2      K2CO3 + H2O

2.      Apa tujuan ditutup sebelum diberi larutan eosin ?
agar gas CO2 hasil respirasi tidak keluar dari tabung sehingga dapat diserap oleh KOH
3.      Mengapa eosin bisa masuk kearah kecambah ?
karena di dalam tabung respirometer terus diserap oleh organisme sehingga menghasilkan tekanan yang berbeda antara udara yang ada di dalam dan di luar respirometer sehingga menyebabkan eosin bergeser ke arah dalam
4.      Apa hubungan berat kecambah dengan kecepatan masuknya eosin ?
Semakin banyak jumlah kecambah semakin cepat laju pergerakan eosinnya, dan semakin sedikit jumlah kecambah semakin lambat laju pergerakan eosinnya .


5.      Tentukan variable bebas, control, dan terikat !
a.   Variabel bebas             :  berat kecambah
b.   Variabel kontro           :  eosin dan  KOH
c.   Variabel terikat            : kecepatan laju eosin
( B )
1.      Mengapa air kapur + Penoftalin berwarna pink ?
karena air kapur bersifat basa
2.      Apakah fungsi air kapur pada tabung B ?

sebagai indikator respirasi , karena sifat air kapur yang sensitif terhadap gas karbondioksida (CO2)

3.      Tabung A (gula+ragi) pada percobaan 2 :
-          Terjadi proses apa ?
-          Bagaimana reaksinya ?
-          Gas apa yang keluar ?

a.       Respirasi anaerob (fermentasi)
b.      Reaksinya : C6H12O6  → 2C2H5OH + CO2 + 2 ATP
c.       CO2 . cara mengujinya adalah dengan meletakkan larutan kapur pada pipa kedua,  gas CO2 yang terbentuk saat respirasi, akan mengalir dari tabung A ke tabung B dan mengeruhkan air kapur.

4.      Bagaimana keadaan tabung B percobaan 2 pada akhir percobaan ?
-          Warna ?
-          Reaksi ?
Warna        : cokelat
Reaksi       : C6H12O6  → 2C2H5OH + CO2 + 2 ATP
5.      Bandingkan percobaan 1 dan 2! Sebutkan perbedaannya!
Sebelum reaksi                                              Setelah reaksi
·         Warna tabung A cokelat                                 Warna tabung A cokelat
Warna tabung B pink                                      Warna tabung B pink bening
Suhu tabung A 25o                                          Suhu tabung A27o
Bau tabung B manis gula jawa                       Bau tabung A manis gula jawa
·         Warna tabung A cokelat                                 Warna tabung A cokelat
Warna tabung B pink                                      Warna tabung B cokelat
Suhu tabung A 22o                                          Suhu tabung A 28o
Bau tabung B menyengat                               Bau tabung A menyengat
6.      Apakah dikeluarkan energi ? Apa buktinya ?
Iya . suhu larutan naik setelah proses berlangsung .
7.      Tentukan variable bebas, control, dan terikat !
a. Variabel bebas               : pemberian fermipan
b. Variabel kontrol            : larutan gula, air kapur, fenoptalin.
c. Variabel terikat              : warna, suhu, dan bau